Urgensi Berkurban (Sofiawati KPI3A)

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang Masalah

Iman adalah ucapan dan perbuatan, itulah yang bisa kita tangkap dari penjelasan ayat Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa”.

Dan Iman adalah sesuatu yang diyakini, diucapkan dan dilakukan, belum lengkap atau dikatakan sempurna iman seseorang jika belum ada didalamnya tiga asas tadi. Diantara tiga asas keimanan tadi, asas ketigalah yang umumnya sulit dilaksanakan. Tentulah kita sebagai manusia ingin memiliki tingkat keimanan yang tinggi yang akhirnya berpengaruh pada tingkat ketakwaan kita. Pelaksanaan asas ketiga merupakan akibat dari pengkuan kita terhadap Allah sebagai Tuhan kita, yaitu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang Allah berikan.

Perintah dan larangan merupakan kaidah-kaidah yang Allah berikan kepada kita manusia. Ketika manusia mencari Tuhannya sebagai akibat dari ketidakmampuan akal manusia untuk menjelaskan yang terjadi dalam dunia ini, yang mengakibatkan kita berpikir; pasti ada yang kekuatan yang besar yang bekerja secara misterius, maka munculah konsep Tuhan dan adanya kemudian munculah agama. Manusia mencari pegangan dan didapatkan Allah sebagai pegangannya, dengan segala kaidah yang Ia turunkan, termasuk didalamnya larangan dan perintah.

Diantara yang diperintahkan dalam agama Islam adalah perintah berkurban. Sebagaimana penjelasan diatas bahwa keimanan juga membutuhkan pembuktian dan diantara bentuk pembuktian itu adalah pelasanaan perintahnya, dan kurban merupakan salah satu perintahnya, maka jelaslah bahwa berkurban merupakan pembuktian dari keimanan kita, yang akan berpengaruh kepada tingkat keimanan kita. Mengingat pentingnya kegiatan berkurban ketika dikaitkan atau dihubungankan dengan keimanan seseorang, maka penulis mencoba untuk mengangkat masalah kurban dan kaitannya dengan iman ini sebagai topik dalam tugas pengganti UTS mata kuliah Ilmu Kalam. Adapun judul yang penulis ambil adalah “Manifestasi Keiman Dalam Kegiatan Berkurban”.

 

Perumusan Masalah 

  • Apa yang menyebabkan adanya perintah berkurban ?

  • Bagaimanakah pengaruh kegiatan berkurban terhadap tingkat keimanan seseorang ?

  • Apakah Hikmah dari kegiatan berkurban ?

Tujuan Penulisan

  • Untuk memenuhi tugas mata kuliah Antropologi Agama.

  • Untuk mengetahui pengaruh kegiatan berkurban terhadap keimanan seseorang.

  • Untuk Mengetahui lebih jauh tentang hakikat kegiatan berkurban.

Manfaat Penulisan

  • Mengetahui lebih lanjut hubungan antara kegiatan berkurban dangan tingkat keimanan seseorang.

  • Sebagai sumber pengetahuan atau literatur tentang bagaimana hubungan kegiatan berkurban dengan keimanan

  • Sebagai pemenuhan atas tugas pengganti UTS mata kuliah Antropologi agama.

 

PEMBAHASAN

 

Munculnya Perintah Berkurban.

Perintah berkurban muncul didasarkan atas kisah nabi Ibrahim A.S. dan anaknya nabi Ismail A.S. Yang pada waktu itu, sebagaimana dikisahkan ketika nabi Ibrahim dan istrinya sudah lama tidak dianugrahi buah hati dari hasil pernikahannya. Nabi Ibrahim terus bedoa kepada Rabbnya untuk dianugrahi anak maka lahirlah Ismail. Untuk menguji keimanan dan kesebaran nabi Ibrahim maka Allah mewahyukan kepada nabi Ibrahim untuk mengurbankan anaknya, disinilah keimanan dan kesabaran nabi Ibrahim A.S. diuji, anak yang telah lama dimohon-mohon, dan dinanti-nanti, ketika telah besar malah diperintahkan untuk dikurbankan :  

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”. 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). 104. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, 105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu1 Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar2(Q.S. Ash Shafaat ayat 102-107)

Sebagaimana kita tahu bahwa tidak sempurna iman seseorang sebelum imannya itu diuji, ini benarlah adanya karena kita tidak tahu seberapa kemampuan kita dan seberapa tingkat keimanan kita apabila tidak ada standarisasi untuk menentukan iman seseorang. Seperti layaknya evaluasi pelajaran, imanpun perlu dievaluasi dan dengan adanya evaluasi kita tahu dimana kurang lebihnya dan kemudian kita dapat memperbaikinya. Dan ketika nabi Ibrahim mendapatkan ujian seperti itu maka beliau mencerminkan tingkat nilai keimanannya sebagaimana ayat Al-Quran:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji3 Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”4. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (Q.S. Al-Baqoroh ayat 124)

Dan dikarenakan sikapnya mencerminkan orang beriman, maka nyatalah keimanan nabi Ibrahim dan dijadikan dirinya kesayangan Allah, serta atas tingkat keimanannya tadi dijadikan kepada keturunan-keturunannya Nabi-Nabi dari kaum-kaum.

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.  (Q.S. An-Nisa ayat 125)

Disamping itu perintah berkurban juga dianjurkan kontinuitasnya kepada nabi-nabi selanjutnya sampai kepada nabi Muhammad SAW. Dikarenakan keimanan dan kesabaran seorang nabi Ibrahim maka miladnya terus diikuti, dan daripadanya dijadikan keturunan-keturunannya sebagai nabi, dan nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhirpun mengiyakan Ibrahim:

Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan5 lagi seorang Nabi. (Q.S. Maryam ayat 41)

Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia6; dan Sesungguhnya Dia di akhirat, benar-benar Termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S. Al-Ankabut ayat 27)

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya7 di dunia dan Sesungguhnya Dia di akhirat benar-benar Termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S. Al-Baqoroh ayat 130)

Dalam Al-Quran-pun telah dinyatakan bahwa perintah berkurban telah diturunkan kepada tiap kaum-kaum. Termasuk kita sebagai umat Muhammad. Dan oleh karena itu kita wajib mentaatinya.

 Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (Q.S. Al-Hajj ayat 34)

 

DATA

 

 

Hikmah Berkurban

Setiap risalah atau sesuatu pastilah memiliki sebab dan akibat sebagaimana sesuatu yang lain, kegiatan berkurban juga memiliki sebab, manfaat, serta hikmah dari turunnya perintah hingga pelaksanaannya. Dan diantara hikmah dari berqurban adalah meningkatkan derajat kita disisi Allah. sebagaimana dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa:

Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al- An’Am ayat 132)

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. (Q.S. An-nisa ayat 125)

Selanjutnya kurban juga memiliki fungsi sosial, sebagaimana kita tahu daging hasil penyembelihan akan dibagikan kepada kepada kaum dhuafa, dimana diharapkan mereka juga ikut merasakan Idul-Adha, minimal mereka mengetahui rasa daging. Disamping itu fungsi sosial ini juga dapat dijadikan sarana memperkuat ukhuwah islamiah dimana para pemeluk Islam saling berbagi dan mereka yang tak berpunya akan nyaman dengan Islam, setelah merasakan betapa diantara umat Islam saling berbagi. selain itu fungsi sosial juga dapat dijadikan media dakwah pasif terhadap orang-orang diluar Islam yang melihat Islam.

 

ANALISIS

Pengaruh Kegiatan Berkurban Terhadap Tingkat Keimanan Seseorang

Memang diketahui secara umum bahwasanya iman merupakan teras pembentukan jiwa dan peribadi diri yang suci lagi murni. Oleh itu, adalah amat penting kegiatan berkurban disini, yang mampu menjadikan muslim yang hakiki dan sempurna dari semua segi kepribadian manusia. Dan sebagaimana awal perintah berkurban diturunkan tidak lain adalah untuk membuktikan keyakinan nabi Ibrahim dan sejauhmana nabi Ibrahim bersabar untuk memenuhi keimanannya tersebut: kita sebagai pengingkut milad Ibrahim seharusnya bersikap sama seperti nabi Ibrahim atas apa-apa yang diturunkan Allah..

Sebagaimana diketahui iman adalah ucapan (Tauhid Rububiyyah) dan perbuatan (Tauhid Uluhiyyah), maka kegiatan berkurban merupakan perbuatan yang kita lakukan sebagai konsekuensi dari keimanan kita. Kembali lagi ke konsekuensi logis dari keimanan kita tadi, Hampir semua orang tahu bahkan setanpun mengakui bahwa Allah sebagai Tuhannya, pencipta, penguasa, pelindung, pemberi rizeki dll, namun tidak semua mahluk mau menerima konsekuensi dari pengakuannya.

Mereka tahu Allah sebagai Tuhan mereka, namun tidak mau beribadah hanya padaNya. mereka tahu Allah Tuhannya dan memeliki aturan (agama) atas mahluknya namun mereka tidak menjalankan apa-apa yang diperintahkannya.

Dan apabila diturunkan suatu surat, Maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, Maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.  (Q.S. At-Taubah ayat 124)

Bagi yang tidak bahagia atau tidak ridho atas apa yang diperintahkan dan diturunkan Allah terhadapnya, padahal dia mengaku berTuhan Allah, maka dia termask orang-orang yang munafik, karena sebagaimana ayat diatas orang munafik tidak gembira atas perintah yang datang padanya. Dan hukum keimanan orang munafik adalah

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian8,” pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Baqoroh ayat 8)

Kegiatan berkurban adalah salah satu wujud keimanan kita pada rasul-rasul Allah. Sebagaimana kita ketahui dan sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat sebelumnya, perintah berkurban didasarkan atas kisah Nabi Ibrahim. Jadi kegiatan kurban adalah wujud kepercayaan kita akan rasul-rasul Allah.

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.  (Q.S, Al Baqoroh ayat 134)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan9 antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (Q.S. An-Nisa ayat 150)

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”  (Q.S. Al-Baqoroh ayat 285)

Disamping itu kegiatan berkurban merupakan wujud keimanan kita pada kitab-kitab yang dibawa rasul-rasul Allah sebagaimana kita tahu dan sebagaimana dijelaskan ayat-ayat sebelumnya, perintah berkurban selain didasarkan atas kisah nabi Ibrahim, namun juga ditulis dalam Al-Quran, sebagaimana ayat dibawah ini:

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (Q.S. Al-Hajj ayat 34)

 

Jadi kegiatan kurban adalah wujud kepercayaan kita akan kitab-kitab yang dibawa oleh rasul-rasul allah.

Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu10, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat11. (Q.S. Al-Baqoroh ayat 4)

Jadi jelaslah disini bahwa kegiatan berkurban berdasarkan keterangan-keterangan diatas tadi, adalah sebagai wujud dari keimanan kita. Kegiatan berkurban berpengaruh atas keimanan kita pada Allah, pada apa yang diturunkanNya (kitab), dan pada pembawa risalah yang diturunkanNya (rasul-rasul)) Dimana dengan membuktikan keimanan kita terhadap Allah, ajaranNya, serta pembawa ajaranNya, dapat mempengaruhi terhadap tingkat keimanan kita dan kebenaran iman kita, sebagaimana dalam ayat Al-Quran dikatakan:

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.  (Q.S. Al-Baqoroh ayat177)

 

 

BAB V

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Pembuktian Kecintaan kita akan agama Allah dapat dilihat dari perlakuan kita terhadap agama Allah tersebut. Rasa memiliki kita akan Islam, membuat kita selalu siap menjadi pelaksana pelindung dari Islam tersebut. Melaksanakan konsep yang telah diberikan berarti kita telah menyempurnakan iman kita, dimana salah satu pilar iman selain diyakini dan dikatakan perlu adanya pembuktian (dilakukan). Diantara tiga asas keimanan tadi, asas ketigalah yang umumnya sulit dilaksanakan. Tentulah kita sebagai manusia ingin memiliki tingkat keimanan yang tinggi yang akhirnya berpengaruh pada tingkat ketakwaan kita.

Pelaksanaan asas ketiga merupakan akibat dari pengkuan kita terhadap Allah sebagai Tuhan kita, yaitu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang Allah berikan. Perintah dan larangan merupakan kaidah-kaidah yang Allah berikan kepada kita manusia. Jika kita bersikap sebagaimana umat-umat terdahulu taat akan perintah Allah, cara mereka menyikapi perintah tersebut dan sebagaimana mereka istiqomah dijalan Allah, yang Allah ridho atas tingkat iman mereka yang mereka dapatkan.

Diantara yang diperintahkan dalam agama Islam adalah perintah berkurban. Sebagaimana penjelasan diatas bahwa keimanan juga membutuhkan pembuktian dan diantara bentuk pembuktian itu adalah pelasanaan perintahnya, dan kurban merupakan salah satu perintahnya, maka jelaslah bahwa berkurban merupakan pembuktian dari keimanan kita, yang akan berpengaruh kepada tingkat keimanan kita.

Keimanan seseorang terhadap perintah yang Allah berikan kepada mereka dan mereka buktikan dengan bersikap sesuai yang Allah berikan, tentu saja mempengaruhi tingkat keimanan mereka, sebagaimana tingkat keimanan mempengaruhi sikap mereka terhadap suatu perintah. Jadi melaksanakan kaidah yang Allah berikan berpengaruh terhadap tingkat keimanan kita disisi Allah.

 

  1. Saran

Seharusnya kita bersikap sebagaimana umat-umat terdahulu menyikapi perintah allah, dan sebagaimana mereka istiqomah dijalan Allah, yang Allah ridho atas kemenangan, pertolongan, serta tingkat iman mereka yang mereka dapatkan. Seharusnya umat Islam mulai merubah orientasi hidup kita sehingga kita juga memperhitungkan, dan memfokuskan

Dengan mengetahui hubungan antara kegiatan berkurban dengan tingkat keimanan seseorang, diharapkan berimbas pada meningkatnya rasa respectnnya terhadap Islam. Dan jika kita sudah memiliki rasa tadi, maka kita akan melaksanakan perintah berkurban yang diberikan tadi dengan penuh keadaran diri dan juga berusaha mendukung konsep yang dibawa Islam.

Disamping itu dari kegiatan kurban ini dapat memperkuat ukhuwah islamiah kita, sehingga umat islam menjadi kuat baik secara ikatan keimanan maupun ikatan kemanusiaannya.

_________________

1 Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.

2 Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari raya haji.

3 Ujian terhadap Nabi Ibrahim a.s. diantaranya: membangun Ka’bah, membersihkan ka’bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz dan lain-lain.

4 Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim a.s., karena banyak di antara Rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s.

 

5 Maksudnya: ialah Ibrahim a.s. adalah seorang Nabi yang Amat cepat membenarkan semua hal yang ghaib yang datang dari Allah.

6 Yaitu dengan memberikan anak cucu yang baik, kenabian yang terus menerus pada keturunannya, dan puji-pujian yang baik.

7 Di antaranya menjadi; Imam, rasul, banyak keturunannya yang menjadi Nabi, diberi gelar khalilullah.

8 Hari kemudian Ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya. Al-baqoroh

9 Maksudnya: beriman kepada Allah, tidak beriman kepada rasul-rasul-Nya.

10 Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Quran yang diturunkan kepada Para rasul. Allah menurunkan kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada rasul.

11 Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. akhirat lawan dunia. kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.

DAFTAR PUSTAKA

 


Laila, Abu dan Tohir, Muhammad, Fiqhus Sirah, Bandung:P.T.Al-Ma’arif.

www.moslemyouth.com

Syafei, Prof. Dr. H. Rachmat, Al Hadits Aqidah, Ahklak, Sosila dan Hukum, Bandung : C.V. Pustaka Setia.2003

Ginanjar, Ary Agustian, The ESQ Way 165 1 Ihsan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta : ARGA, 2007.

OLEH|Sofiawati|KPI3A|UIN Syahid

 

Iklan

2 Komentar »

  1. sisilia Said:

    coba cek ini: http://banihamzah.wordpress.com/2007/04/26/membangun-kembali-peradaban-islam-1/

    akan jauh lebih baik untuk memuat tulisan hasil karya sendiri. saya tidak mentolerir plagiarism.

  2. […] Membangun Peradaban Islam […]


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: