Menu UTAMA

Agama Ke Wilayah Publik

Sejak awal berdirinya negara ini para pendiri atau founding father negara ini mengalami perdebatan tentang bentuk dasar Negara, apakah Indonesia ingin dijadikan sebagai negara Islam atau negara sekuler. Dan dengan alasan persatuan maka jadilah Indonesia sebagai negara sekuler dan sampai sekarang ini dengan tidak mengeskplesitkan Islam dalam dasar negara. Maka terjadilah pada waktu itu pemberontakan yang terjadi di Bandung yang dipimpin oleh Kartoesoewiryo yang menginginkan terbentuknya negara Islam atau negara Indonesia dengan dasar Islam yang menyatukan antara agama dan negara. Dan mungkin sampai saat ini semangat untuk membangun negara Islam masih ada tapi mungkin tujuannya sudah berubah menjadi tujuan yang bermuatan politik dan ekonomi. Dengan dalih itu segelintir kelompok mencari keuntungan misalnya saja N11 atau kelompok lain yang membawa agama untuk kepentingan materi kelompok. Selanjutnya>>

 

Agama Dan Sistem Sosial Budaya

Kajian mengenai agama sebenarnya sudah sangat tua dan telah ada sejak zaman filosof Yunani dan Romawi. Namun, kajian mengenai agama terlalu didominasi oleh teologi dan humanitas yang berperspektif agama Kristen sehingga Aquinas mengemukakan bahwa teologi adalah queen of sciences (Boume 1965). Secara historis, munculnya studi agama bermula dari ekspedisi Barat (Ilmuwan Eropa dan Amerika) terhadap dunia lain.

Mereka mendapatkan bahwa masyarakat dunia lain ternyata memiliki budaya dan agama yang berbeda yang menjelaskan hal yang sama tentang yang sakral. Hal ini pada akhirnya memunculkan suatu minat untuk membandingkan antara kebudayaan dan agama yang satu dengan kebudayaan dan agama lainnya menurut kacamata Barat. Hal ini ditandai dengan munculnya disiplin comparative religion yang kemudian berubah menjadi historical religion dengan dipelopori Max Muller. Istilah tersebut yaitu comparative religion dan historical religion terasa berbau etnosentris Barat dalam mengkaji budaya dan agama lain terutama timur. Swidler dan Mojzes (2000:57–58) berpendapat agar disiplin baru ini terlihat inklusif dan luas, dinamai dengan istilah studi agama (study of religion). Selanjutnya>>

 

Makanan & Konsekuensinya Dengan Iman

Menurut hadist riwayat Bukhari secara umum iman adalah sesuatu yang diyakini, diucapkan dan dilakukan. belum lengkap atau dikatakan sempurna iman seseorang jikalau belum ada didalamnya tiga pilar tadi. Diantara tiga pilar keimanan tadi, pilar ketigalah yang umumnya sulit dilaksanakan. Tentulah kita sebagai manusia ingin memiliki tingkat keimanan yang tinggi yang akhirnya berpengaruh pada tingkat ketakwaan kita.

Pelaksanaan pilar ketiga merupakan konsekuensi logis dari pengkuan kita terhadap Allah sebagai Tuhan kita, yaitu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang Allah berikan. Perintah dan larangan merupakan konsep-konsep yang Allah berikan kepada kita manusia. Allah tidak butuh disembah, tanpa disembahpun Allah adalah Tuhan dengan segala sifat-sifatNya. Manusialah yang membutuhkan Allah, dikarenakan manusia lemah dan kurang, manusia membutuhkan tempat berpegang. Manusia mencari pegangan dan didapatinya Allah dengan segala konsep yang Ia turunkan dalam bentuk agama, termasuk didalamnya larangan, perintah, serta konsep-konsep mengenai kehidupan. selanjutnya>>

 

Jejak Jejak Pemikiran Kontemporer Dalam Islam

Berpegang pada prinsip bahwa ilmu pengetahuan dan pandangan hidup adalah ujung tombak dan soko guru suatu peradaban, maka tantangan ekternal yang dihadapi Muslim dewasa ini adalah ilmu pengetahuan yang bersumber dari kebudayaan Barat. Barat sendiri adalah peradaban yang tumbuh dan berkembang dari kombinasi beberapa unsur yaitu filsafat dan nilai-nilai kuno Yunani dan Romawi, serta agama Yahudi dan Kristen yang dimodifikasi oleh bangsa Eropa. Sedangkan Islam adalah peradaban yang lahir dan tumbuh berdasarkan pada wahyu yang memproyeksikan sebuah pandangan hidup yang sempurna, yang dipahami, ditafsiri, dijelaskan dan dipraktekkan sehingga membentuk tradisi intelektual dimana ilmu pengetahuan religius dan rasional diintegrasikan dalam bangunan ilmu yang mengandung nilai-nilai dan konsep-konsep yang berguna bagi pemnbentukan kehidupan yang aman, tenteram dan damai. Selanjutnya>>

 

Etos Kerja

Seperti diketahui, agar supaya segala yang kita cita-citakan berhasil, maka kita harus bekerja dengan etos kerja yang kuat. Islam telah mengajarakan dalam ajarannya mengenai etos kerja, diantara perintahnya adalah bentuk hadist, diantara hadist yang menerangkan tentang etos kerja adalah sebagai berikut : selanjutnya>>

 

Urgensi Berkurban

Iman adalah ucapan dan perbuatan, itulah yang bisa kita tangkap dari penjelasan ayat Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa”.

Dan Iman adalah sesuatu yang diyakini, diucapkan dan dilakukan, belum lengkap atau dikatakan sempurna iman seseorang jika belum ada didalamnya tiga asas tadi. Diantara tiga asas keimanan tadi, asas ketigalah yang umumnya sulit dilaksanakan. Tentulah kita sebagai manusia ingin memiliki tingkat keimanan yang tinggi yang akhirnya berpengaruh pada tingkat ketakwaan kita. Pelaksanaan asas ketiga merupakan akibat dari pengkuan kita terhadap Allah sebagai Tuhan kita, yaitu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan yang Allah berikan. Selanjutnya>>

Iklan